Seminar Rhesus Negatif

0
681
views

Sistem penggolongan darah yang banyak dikenal adalah sistem ABO (golongan darah A, B, AB, dan O) serta system penggolongan darah Rhesus (Rh+ dan Rh-). Jenis penggolongan ini sering kali digabungkan dengan penggolongan ABO dengan menambahkan “+” bagi pemilik faktor rhesus atau “-“ bagi yang tidak memiliki faktor rhesus dalam darahnya, sehingga kita mengenal golongan darah A+ atau A-, B+ atau B-, AB+ atau AB-, dan O+ atau O-.

Delapan puluh lima persen penduduk dunia memiliki faktor rhesus (Rh+) dalam darahnya, sementara 15% nya tidak memiliki faktor rhesus (Rh-) dalam darahnya. Di Indonesia sendiri diperkirakan pemilik darah rhesus negative hanya dibawah 1% dari total penduduk Indonesia. Kemudian timbul presepsi-presepsi keliru tentang darah rhesus negatif.

Selain kelangkaan darah rhesus negatif, juga masih adanya presepsi keliru dalam penjelasan mengenai kehamilan wanita rhesus negatif. Sehingga banyak yang terjadi adalah wanita rhesus negative takut menikah karena diyakini sulit bahkan tidak bias memiliki keturunan apabila menikah dengan pasangan beda rhesus, yang paling extrim dipikirkan oleh masyarakat adalah adanya anggapan mereka yang memiliki rhesus negatif memiliki sifat yang negatif pula.

Maka atas dasar paparan diatas, kami Unit Transfusi Darah PMI Kota Banda Aceh bekerjasama dengan RNI (Rhesus Negatif Indonesia) dan RNA (Rhesus Negatif Aceh) akan menyelenggarakan seminar terkait rhesus negatif.
Seminar akan diadakan Sabtu, 11 November 2017 dengan tema *”SAYA RHESUS NEGATIF, KAMU???”*

(Sumber : Fb @Teuku Ilhami Surya Akbar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here