812 Pelajar Ikut Orientasi PMR, Haeqal: Adik-Adik Semua Pejuang Kemanusiaan

38
views

Banda Aceh – PMI Kota Banda Aceh menyelenggarakan orientasi gabungan untuk anggota baru Palang Merah Remaja tingkat wira dan madya. Orientasi berlangsung selama dua hari pada Sabtu-Minggu, 2-3 September 2023, di lingkungan SMA Negeri 2 Banda Aceh.

Sebanyak 812 anggota PMR dari 32 sekolah di Banda Aceh mengikuti orientasi gabungan ini. Dari 32 sekolah tersebut, 10 diantaranya berasal dari tingkatan SMA/sederajat dan 22 lainnya berasal dari tingkatan SMP/sederajat.

Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri mengatakan, pembinaan anggota PMR bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan karakter pelajar agar di masa depan bisa bermanfaat untuk lingkungan sekitarnya, khususnya pada kegiatan kemanusiaan.

“PMR ini kelompok pahlawan kemanusiaan di tingkat sekolah. Dengan ilmu yang adik-adik dapat selama di PMR, adik-adik bisa implementasikan apa yang Rasulullah ajarkan dan anjurkan ke kita, yaitu berbuat baik kepada sesama manusia,” ujar Haeqal dihadapan ratusan peserta orientasi PMR PMI Kota Banda Aceh.

Selama di PMR, kata Haeqal, para anggota akan belajar tentang pertolongan pertama, kepemimpinan, kerelawanan, hingga kesiapsiagaan bencana. Karena itu, ia berharap anggota baru PMR tingkat wira dan madya PMI Kota Banda Aceh bisa serius mengikuti orientasi karena yang dipelajari ialah ilmu terapan.

“Adik-adik semua pejuang kemanusiaan, karena itu adik-adik harus semangat ikut orientasi dan fokus belajar materi. Kita bisa tolong orang lain karena kita punya pengetahuan,” tutur Haeqal.

Ia menyebutkan, organisasi PMR bisa menjadi amal ibadah bagi anggotanya jika keberadaan organisasi tingkat pelajar ini bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Ia berpesan kepada peserta agar bisa terlibat aktif di organisasi usai masa orientasi gabungan.

Haeqal juga menjelaskan letak Provinsi Aceh yang berada pada lingkaran cincin api membuat Provinsi Aceh rentan terhadap bencana alam. Karenannya, ia berharap anggota PMR bisa menjadi pejuang kemanusiaan di masa depan dan menjadi salah satu pilar dalam hal penguatan kesiapsiagaan bencana.

Setiap relawan Palang Merah Indonesia, lanjut Haeqal, harus memiliki kompetensi dan integritas. Ia berpesan kepada anggota PMR agar selalu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan supaya anggota PMR menjadi siap terjun ke lapangan jika dibutuhkan nantinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here